Kamis, 10 Desember 2009

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar sambil menagis tersedu = sedu. Pria itu menayainya dan dijawab oleh gadis kecil, “saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya Cuma punya uang 500 saja sedangkan harga mawar itu 1000.”

Pria itu tersenyum dan berkata,”ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau” kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirim ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ketempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah makam yang masih baru.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Ia bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraanya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.

Diadaptasi dari Rose for Mama – C.W. McCall

Selasa, 08 Desember 2009

KASIH SAYANG SEORANG IBU

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya, sebagai balasannya kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar tidak malu didepan teman – temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “dari mana saja seharian ini”. Sebagai balasannya, kau jawab “ah ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan “ aku tidak ingin seperti ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya kau tanya dia mana hadiah kelulusanmu.

Saat kau berumur 23 tahun, dia memberimu 1 set perlengkapan untuk rumah barumu. Sebagai balasannya kau ceritakan pada temanmu betapa kunonya perlengkapan tersebut.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan pacarmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh “bagaimana ibu ini, kok bertanya seperti itu sih …?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya kau pindah kekota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberimu beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya kau katakan padanya, “ Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun dia meneleponmu untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “ Bu, saya sibuk sekali, tidak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit – sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak – anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Tiba – tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam hati mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI. DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU DAN DOAKAN BELIAU PADA SETIAP DOAMU.

Senin, 07 Desember 2009

kita dan Tuhan

KITA DAN TUHAN

Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memikirkan diri sendiri, namun demikian, … ampunilah mereka.

Bila kita sukses, kita akan menemui teman – teman yang tidak bersahabat dan dengki dan musuh – musuh sejati kita, namun demikian … teruskan kesuseksesan kita.

Bila kita jujur dan tulus, orang mungkin akan menipu kita, namun demikian … tetaplah jujur dan tulus hati.

Hasil karya kita selama bertahun – tahun dapat dihancurkan orang dalam semalam, namun demikian … tetaplah berkarya.

Bila kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada yang iri, namun demikian … syukurilah kebahagiaan kita.

Kebaikan kita hari ini gampang dan sering dilupakan orang, namun demikian … teruslah berbuat kebaikan.

Berikan yang terbaik dan itupun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian … tetaplah memberi yang terbaik.

Pada akhirnya …

Perkaranya adalah antara kita dan Tuhan … dan bukan antara kita dengan mereka.

(Bunda Theresa)